DAUN KENTUT


Emang kentut berdaun ya? Wkwkwk. Atau jangan-jangan berbunga juga hahaha…..tanaman ini emang namanya unik, kalo dalam bahasa sunda namanya daun kahitutan yang artinya terkena kentut. Kenapa ya dikasih nama seperti itu? Pertanyaan ini akan terjawab kalau kita remas daun ini sampai halus, lalu  dicium deh aromanya, hehe. Tapi di jawa barat daun ini justru dijadikan lalaban loh alias dimakan mentah, salut buat orang-orang yang suka makan daun kentut ini selain dalam rangka diversivikasi pangan juga dapat menjaga kesehatan karena paideria foetida atau daun kentut ini memiliki banyak manfaat, nggak cuma mengobati gangguan perut atau pencernaan seperti perut kembung, atau disentri saja loh yang notabene ada kaitannya dengan buang angin alias kentut, tapi juga penyakit-penyakit seperti bronkhitis, reumatik, patah tulang, keseleo, kejang, sakit kuning, batuk, Keracunan organic  kencing tidak lancar, luka benturan dll, hebat kan si daun kentut ini?.
Tanaman dari family rubiaceae ini secara alami hidup di semak belukar, lahan terbuka atau di tebing sungai. Kalau mau menanam tanaman ini di halaman rumah sangat mudah sekali, karena sifat tanaman ini yang mudah dalam pengembangbiakan juga tidak membutuhkan perawatan khusus, cukup di stek saja kemudian dirambatkan dipagar rumah kemudian disiram air secara rutin seperti merawat tanaman pada umumnya. Seluruh bagian tanaman ini termasuk akar dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal baik dalam bentuk tanaman  segar ataupun kering. Contohnya untuk mengobati perut mules karena angin kita dapat memakan langsung kurang lebih 25 lembar daun kentut ini secara langsung sebagai lalab atau direbus terlebih dahulu sebelum dimakan. Untuk obat luarnya daun yang telah dilayukan diaas api, kemudian diikatkan pada perut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar